Articles
Category: Berita Layanan Info Publik
Setelah penandatanganan Berita Acara Validasi Job Grading di Lingkungan BPPT, Selasa, 11 Oktober lalu, maka sudah lengkap usulan dokumen Reformasi Birokrasi (RB) BPPT ke Tim Reformasi Birokrasi Nasional (TRBN), ungkap Kepala Biro SDMO BPPT, Sulaiman Kurdi, saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Pada kesempatan tersebut, Sulaiman menjelaskan proses tahapan sebelum terjadinya penandatanganan Job Grading. Dalam prosesnya sebelum pelaksanaan RB, setiap instansi pemerintah harus mengajukan dokumen perencanaan, yaitu proposal, roadmap dan job grading. Job grading ini adalah bagian terpenting yang harus diusulkan. Kesemua dokumen tersebut dikelola oleh Unit Pengelola Reformasi Birokrasi Nasional (UPRBN) sampai dinyatakan valid lalu diusulkan ke TRBN, jelasnya.
Menurutnya, dengan ditandatanganinya Job Grading dan disetujui oleh TRBN, maka BPPT dianggap sudah siap untuk melakukan RB. Kemudian, implementasinya setelah disetujui oleh TRBN adalah memberikan tunjangan kinerja yang diberikan kepada pegawai. Tunjangan kinerja sesuai dengan Keputusan Presiden terkait dengan peringkat job grade dan nominalnya, terangnya.
Dengan implementasi RB dapat merubah sistem kerja yang selama ini diterapkan, yaitu yang bekerja atau tidak bekerja akan tetap menerima tunjangan. Tetapi, setelah diterapkannya RB di BPPT, tunjangan akan diberikan jika pegawai sudah bekerja dan menyelesaikan targetnya, ucapnya.
Jadi, Ia menyampaikan implikasi yang nyata adalah job grading berhasil menjadikan refleksi dalam bekerja karena ada perbedaan antara orang yang bekerja dengan yang tidak bekerja yang selama ini belum ada sistem tersebut di pemerintahan. Selain itu, implikasi kedua yaitu tujuan dari implementasi RB adalah upaya memperbaiki kesejahteraan pegawainya, tambahnya.
Setelah RB berjalan di BPPT, lanjutnya, setiap tahunnya akan dievaluasi dokumen BPPT untuk diketahui apakah sudah dimplementasikan di lapangan. Hasil dari evaluasi itulah yang mempengaruhi nilai dari job grading tersebut. Jadi secara institusi, kinerja RB akan mempengaruhi seberapa besar tunjangan kinerja, dan secara individual kinerja individu menentukan tunjangan kinerja yang diterima.
Saya pribadi berkeyakinan tahun 2012, akan keluar Kepres, tegasnya. Mengapa demikian, karena rumus saya cuma satu yaitu tidak perlu memikirkan kendala, karena yang terpenting adalah mimpi kita di BPPT. Jadi kita tidak perlu menghindari hambatan, karena semuanya dapat diatasi dengan startegi. Jika BPPT tidak mempunyai keyakinan dan mimpi tidak mungkin saat ini sudah dilakukan penandatangan job grading, tegasnya.
Sulaiman menekankan, yang terpenting adalah tantangan dari diri kita sendiri. Artinya semua individu harus berkomitmen untuk bersama-sama bergerak. BPPT diklaim sebagai kumpulan orang-orang yang bernilai. Melalui implementasi RB kita dapat melakukan pembaharuan-pembaharuan untuk mencapai impian BPPT dalam menghasilkan sesuatu yang bernilai dan membanggakan di mata masyarakat, ungkapnya. (KYRAS/humas)
Artikel Terbaru
- KULIAH UMUM EURO MANAGEMENT KEPALA BPPT - 26/10/2011 07:52
- GERAKAN HEMAT ENERGI DAN AIR BUTUH DUKUNGAN INOVASI TEKNOLOGI - 20/10/2011 07:38
- KOPI PAPUA SAMPAI KE AMERIKA DAN EROPA - 18/10/2011 00:46
- LAUNCHING SEKALIGUS LELANG PERDANA AGENCY BAPETEN DAN BSN DI LPSE BPPT - 17/10/2011 07:11
- BPPT DISEMINASIKAN TEKNOLOGI PEMBUATAN PERAHU FIBERGLASS DI SULAWESI TENGGARA - 14/10/2011 01:43
Artikel Lainnya
- KEMBANGKAN POTENSI LOKAL MELALUI GELAR TEKNOLOGI TEPAT GUNA - 12/10/2011 06:19
- JOB GRADING, LANGKAH AWAL BPPT SEBAGAI INSTANSI KELAS DUNIA - 12/10/2011 04:11
- KEPALA BPPT : JADIKAN EBT PRIORITAS DAN CAPAI PORSI BESAR - 11/10/2011 07:54
- MOU BPPT-UNNES : KONTRIBUSI KARYA DAN PEMIKIRAN UNTUK INOVASI TEKNOLOGI - 10/10/2011 08:38
- TECHNOPRENEUR PENGGERAK PERCEPATAN EKONOMI NEGARA - 10/10/2011 08:29

