Articles
Category: Berita Layanan Info Publik
Masih terkait dengan Operasi Pemadam Kebakaran Lahan dan Hutan di Indonesia yang telah dimulai sejak 8 September lalu ditandai dengan pelepasan tim operasi di Base OPS Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, tim operasi pemadaman kembali melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jambi, Pelangkaraya, Palembang dan Pekanbaru sejak 19-21 September 2011.
Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan tersebut dilakukan karena meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang mencapai 10.142,56 ha, dan 29,87% diantaranya adalah kawasan hutan. Hal tersebut tidak lain disebabkan oleh ulah manusia yang dalam melakukan penyiapan lahan untuk perladangan, pertanian dan perkebunan dilakukan dengan cara membakar.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, terdapat enam provinsi yang memiliki potensi rawan kebakaran yaitu Kalimantan Barat 3.209,00 ha, Kalimantan Tengah 2.687,65 ha, Riau 609,25 ha, Sumatera Barat 580,00 ha, Kalimantan Selatan 542,30 ha, dan Sumetera Selatan 542,30 ha.
Operasi hujan buatan kali ini dimulai dengan pemetaan dan perencanaan pemadaman titik api, ungkap Jhon Arifian, salah satu tim dari Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan (UPT-HB) BPPT. Penyemaian awan dilakukan untuk menurunkan potensi hujan guna memadamkan titik api yang ada, lanjutnya.
Menurut Budi Harsoyo yang juga merupakan anggota tim UPT HB BPPT, pengoperasian hujan buatan untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan di Jambi tersebut merupakan hasil kerjasama antara BPPT, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) Provinsi Jambi, dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi dengan menggunakan Pesawat Cassa 212-200. Perlakuan awan di Jambi akan menjadi prioritas kami dengan berpegang pada informasi dari BKSDA Jambi yang mengatakan bahwa titik hot spot terletak di Kabupaten Tebo dan Tanjung Jabung Barat, jelasnya.
Sesaat sebelum operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan dimulai, koordinator UPT HB BPPT, Findy Renggono menjelaskan dalam briefing tentang kondisi awan di perbatasan Palembang Jambi sehari sebelum dilakukan penyemaian. Selain itu diinformasikan juga tentang kondisi cuaca, kecepatan angin dan tekanan udara serta kemungkinan turunnya hujan di Jambi Utara. Penyemaian hari ini dilakukan dengan membawa 1 ton garam untuk di semai di wilayah Jambi, ungkapnya.
Tris Siswo Rahardjo dari BKSDA Jambi yang hadir pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa titik api di wilayah selatan Jambi sudah kering. Bahkan sudah dilakukan pula penyuluhan oleh pihak BKSDA dan telah disiapkan tim di lapangan guna mengantisipasi timbulnya kembali asap. (SYRA/humas)
Artikel Terbaru
- WIRATMAN WANGSADINATA: BAPAK BETON PERAIH GELAR PEREKAYASA UTAMA KEHORMATAN 2011 - 28/09/2011 08:19
- RAMA BUOY PREDIKSIKAN MUSIM HUJAN DI INDONESIA LEBIH PANJANG DAN BASAH - 26/09/2011 06:15
- PAMERAN BPPT 2011, SIAP DUKUNG DAYA SAING INDUSTRI - 23/09/2011 07:22
- INOVASI TEKNOLOGI AGAR PEMILU ELEKTRONIK BERJALAN EFISIEN, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL - 22/09/2011 09:33
- PENGUATAN SISTEM INOVASI UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI - 22/09/2011 06:55
Artikel Lainnya
- MENTERI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI REPUBLIK MOZAMBIK KUNJUNGI LAPTIAB DAN BIOTEK - 21/09/2011 02:00
- BPPT KEMBALI RAIH WTP UNTUK LAPORAN KEUANGAN 2011 - 19/09/2011 08:37
- DIALOG NASIONAL DAN PAMERAN: MENUJU PEMILU ELEKTRONIK DI INDONESIA - 19/09/2011 07:22
- DUKUNGAN TEKNOLOGI BPPT DALAM PEMBANGUNAN INDUSTRI PUPUK NASIONAL - 14/09/2011 03:52
- PENANDATANGANAN MOU ANTARA BPPT-JAMSTEC, LINGKUP KEGIATAN TEKNOLOGI PENGEMBANGAN SUMBERDAYA ALAM - 13/09/2011 03:32

