Articles
Category: Berita Layanan Info Publik
Dalam eksplorasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati, peran iptek sangat diperlukan, tidak saja untuk memberi nilai tambah produk, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh BPPT yaitu dengan mengembangkan obat herbal bekerjasama dengan Korea. Beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam rangka meningkatkan dan memperkuat daya saing produk yaitu aspek teknologi yang menyangkut langkah-langkah inovatif dari hulu ke hilir. Terkait hal tersebut, BPPT telah lama melakukan kaji terap pada berbagai tanaman obat yakni di Laboratoria Pengembangan Teknologi Industri Agro Dan Biomedika (LAPTIAB) dan Laboratorium Biotek Serpong.
Demikian antara lain yang disampaikan oleh Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT, Rifatul Widjhati saat menerima kunjungan Menteri Ilmu pengetahuan dan Teknologi Republik Mozambik, Venancio Simao Masingue beserta Duta Besar Mozambik untuk Indonesia, Carlos Agustinho do Rosario ke (LAPTIAB) dan Laboratorium Biotek BPPT di Puspiptek Serpong, pekan lalu.

Pada kesempatan tersebut Venancio mengungkapkan ketertarikannya dengan apa yang telah dihasilkan oleh BPPT di LAPTIAB dan Laboratorium Biotek tersebut. Ia juga mengungkapkan keinginannya agar peneliti BPPT dapat berkunjung ke Mozambik guna berbagi ilmu seputar biotek. Hal tersebut di sambut baik oleh Kepala BPPT beserta para peneliti BPPT yang juga hadir pada kunjungan tersebut.
Selain memaparkan tentang pengembangan di bidang medicine yang telah dilakukan, Rifatul juga menjelaskan kegiatan dan hasil kaji terap lainnya seperti teknologi nano yang terdiri dari nanomedicine dan nanocosmetic serta pengembangan alat kesehatan yang telah berhasil dikembangkan yaitu telekardiologi.
Untuk bidang pangan, sebagai upaya mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia melalui diversifikasi pangan, BPPT juga telah berhasil mengembangkan pangan fungsional yang berasal dari sagu, dinekal dengan nama mie sagu. Biskuneo, yang merupakan pengganti makanan instan atau pangan darurat juga merupakan salah satu hasil pengembangan BPPT di bidang pangan, jelas Rifatul. (SYRA/humas)
Artikel Terbaru
- RAMA BUOY PREDIKSIKAN MUSIM HUJAN DI INDONESIA LEBIH PANJANG DAN BASAH - 26/09/2011 06:15
- PAMERAN BPPT 2011, SIAP DUKUNG DAYA SAING INDUSTRI - 23/09/2011 07:22
- INOVASI TEKNOLOGI AGAR PEMILU ELEKTRONIK BERJALAN EFISIEN, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL - 22/09/2011 09:33
- PENGUATAN SISTEM INOVASI UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI - 22/09/2011 06:55
- OPERASI PEMADAMAN KEBAKARAN LAHAN DAN HUTAN DI JAMBI - 22/09/2011 00:44
Artikel Lainnya
- BPPT KEMBALI RAIH WTP UNTUK LAPORAN KEUANGAN 2011 - 19/09/2011 08:37
- DIALOG NASIONAL DAN PAMERAN: MENUJU PEMILU ELEKTRONIK DI INDONESIA - 19/09/2011 07:22
- DUKUNGAN TEKNOLOGI BPPT DALAM PEMBANGUNAN INDUSTRI PUPUK NASIONAL - 14/09/2011 03:52
- PENANDATANGANAN MOU ANTARA BPPT-JAMSTEC, LINGKUP KEGIATAN TEKNOLOGI PENGEMBANGAN SUMBERDAYA ALAM - 13/09/2011 03:32
- KURANGI KABUT ASAP DI PALEMBANG DENGAN HUJAN BUATAN - 12/09/2011 04:33

