Articles

Category: Berita Layanan Info Publik

Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun 2011 tercatat mencapai 10.142,56 ha, dan 29,87% diantaranya adalah kawasan hutan. Hal ini tidak lain disebabkan oleh ulah manusia itu yang dalam melakukan penyiapan lahan untuk perladangan, pertanian dan perkebunan dilakukan dengan cara membakar. Memang, suatu cara yang mudah, murah dan cepat namun tidak terkontrol  serta melanggar undang-undang.

Sementara itu berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan, terdapat enam provinsi yang memiliki potensi rawan kebakaran yaitu Kalimantan Barat 3.209,00 ha, Kalimantan Tengah 2.687,65 ha, Riau 609,25 ha, Sumatera  Barat 580,00 ha, Kalimantan Selatan  542,30 ha, dan Sumetera Selatan 542,30 ha.

Terkait dengan maraknya kebakaran lahan dan hutan, pada kamis (08/09) dilaksanakan Pelepasan Tim Operasi  Pemadam Kebakaran Lahan dan Hutan di Base OPS Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma.

Intervensi manusia pada proses perubahan cuaca di atmosfer untuk tujuan yang bermanfaat, adalah salah satunya dengan Teknologi  Modifikasi  Cuaca (TMC)  yang dilakukan UPT Hujan Buatan. TMC dapat mengatasi kekeringan yang terjadi akibat hujan terjadi lebih awal, frekuensi  hujan meningkat , cakupan lebih luas, intensitas hujan lebih besar.  TMC juga dapat mengatasi kebakaran hutan diantaranya dengan upaya menjatuhkan hujan di daerah yang sedang terjadi kebakaran. Cara ini bermanfaat dalam mengurangi hot spot, penipisan asap dan peningkatan jarak pandang, ungkap Kepala UPT Hujan Buatan BPPT, Syamsul Bahri dalam pembukaan acara pelepasan tersebut.

Lebih lanjut Syamsul mengatakan, rencana pelaksanaan operasi pemadaman lahan dan hutan 2011 dibagi dalam tiga posko, yaitu Posko Sultan Mahmud Baharudin II Palembang, Posko Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan Posko Tjilik Riwut Palangkaraya. Dalam mendukung kegiatan tersebut kami menggunakan pesawat  CASA 212-200, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono dalam pengarahanya mengatakan bahwa kebakaran lahan dan hutan di musim kemarau tahun 2011 telah terjadi beberapa kali. Kebakaran tersebut menimbulkan berbagai kerugian, baik ancaman jiwa manusia , sosial  ekonomi dan kelestarian lingkungan. Kebakaran tersebut diakibatkan pemanasan global yang cenderung meningkatkan temperatur dan perilaku manusia itu sendiri. Dalam hal ini, pemerintah telah mencoba mengatasi masalah ini dengan melakukan koordinasi antar instansi pusat maupun daerah, terangnya.

Dalam penutupan acara tersebut rombongan melakukan peninjauan kesiapan pesawat  dan pelepasan tim operasi pemadam kebakaran lahan dan hutan.  Hadir dalam acara pelepasan tersebut Menteri Riset dan Teknologi, Menteri kehutanan,Menteri Petanian, Kepala BNPB, Kepala BMKG, Sekretaris Utama BPPT Jumain Appe, dan beberapa tamu undangan lainnya. (JSYRA/humas)

Add comment


Security code
Refresh

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed