Articles
Category: Berita Layanan Info Publik
Sejak 2009, Google telah mengembangkan Google Ocean yang merupakan alat visualisasi data kelautan. Seminar bersama Google Ocean kali ini akan mendiskusikan dua hal penting yaitu mengenai google ocean itu sendiri dan akses internet kepada publik, ungkap Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) Ridwan Djamaluddin saat membuka acara seminar bersama antara Google Ocean dan Kedeputian TPSA, Selasa (24/5).
Lebih lanjut Ridwan menjelaskan bahwa terdapat tiga kendala yang dihadapi Indonesia berkaitan dengan luasnya wilayah laut yang dimiliki. Pertama, dengan luasnya wilayah Indonesia dan kondisi pulau yang terpisah-pisah, menyebabkan sulit bagi pemerintah untuk mengembangkannya. Kedua, sumberdaya wilayah laut Indonesia yang sangat luas harus dijadikan dasar dalam pembangunan nasional, yang selama ini belum maksimal dan ketiga kondisi pulau yang terpisah lautan menyebabkan infrastruktur internet tidak menyebar luas di seluruh wilayah.
Dengan adanya Google Ocean ini dan kerjasama yang nantinya diharapkan dapat dilakukan dengan Indonesia, dapat membantu dalam mengatasi ketiga kendala yang kami hadapi dalam membangun Indonesia. Google Ocean juga dapat digunakan untuk mempromosikan riset dan science technology terutama dalam bidang kelautan, jelas Ridwan.
Pada kesempatan yang sama, Michael T Jones, Chief Technology Advocate Google mengatakan bahwa melalui Google Ocean, bukan hanya lautnya saja yang bisa kita eksplorasi tetapi juga dasar lautnya. Google Ocean membuat batasan dan aktivitas di laut yang selama ini sulit kita pantau dapat terlihat. Fitur dalam Google Ocean akan banyak membantu kalangan ilmuwan ataupun pemerintahan. Misalnya kita bisa menggambarkan kapal-kapal yang melalui suatu wilayah," katanya.
Dalam konteks Indonesia, Jones menjelaskan fungsinya, "Kita bisa tahu apakah ada kapal yang masuk melakukan illegal fishing. Dengan gambaran lalu lintas perkapalan yang jelas, maka dunia juga bisa melihat di mana kapal perompak beroperasi. Tiap pemerintah bisa melakukan pengawasan pada daerah-daerah yang dianggap rawan tersebut, ungkapnya.
Google Ocean ini belum dilaunching secara resmi. Kami masih berupaya mengumpulkan seluruh data kelautan dari seluruh penjuru dunia. Ke depan, pengembangan fitur Ocean terfokus pada Mid Ocean Observation dan Sub Sea Observation. Untuk melengkapi basis data, dipelukan kerja sama tiap negara. Oleh karena itu kami berharap melalui Baruna Jaya, BPPT dapat bekerjasama dengan kami, lanjut Jones.
Google Ocean nantinya disuguhkan dalam format 3D. Melalui software ini akan memungkinkan penggunanya untuk melihat-lihat isi lautan dengan tombol navigasi. Kedepan, rencana pengembangan software ini adalah penambahan dengan data-data penting seputar dasar laut seperti kondisi cuaca di sekitar laut tersebut, jenis koral yang hidup di dasar lautan itu, bangkai kapal terkenal yang ada di dasar lautan dan arus lautan juga. Bahkan melalui fitur ini para ilmuwan juga dapat melihat dan mengamati pergerakan lempeng bumi. (SYRA/humas)
Artikel Terbaru
- DIPERLUKAN, ANGKUTAN MASSAL PERKOTAAN - 01/06/2011 08:59
- GALI POTENSI SDA DAN SDM DAERAH MELALUI PENERAPAN SID - 01/06/2011 01:27
- KEMBANGKAN FACTS DEVICE, PEGAWAI BPPT RAIH PENGHARGAAN KENAIKAN PANGKAT LUAR BIASA PNS 2011 - 31/05/2011 03:26
- BPPT SELENGGARAKAN PERTEMUAN KEDUA JOINT COORDINATING COMMITTEE SATREPS “ MCCOE - 30/05/2011 05:47
- KABUPATEN TRENGGALEK: PENGEMBANGAN EKONOMI MELALUI PARIWISATA DATARAN TINGGI - 27/05/2011 09:07
Artikel Lainnya
- BUPATI BANTAENG: INGIN JADIKAN BANTAENG KABUPATEN BENIH BERBASIS TEKNOLOGI - 26/05/2011 01:50
- BPPT TERIMA PENGHARGAAN UAPPA-W TERBAIK TA 2010 - 25/05/2011 01:08
- TEKNOLOGI PERTANIAN, PERIKANAN DAN TANAMAN UNTUK PEMBANGUNAN DAERAH - 24/05/2011 03:15
- LAUNCHING BUKU EMPAT WINDU BPPT DAN WEBSITE BPPT - 20/05/2011 01:48
- PENGUATAN SID SEBAGAI PENGUNGKIT PERKEMBANGAN EKONOMI DAERAH - 19/05/2011 02:45

