Articles

Category: Press Release 2010

Ketahanan energi bagi suatu bangsa merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Tercukupinya kebutuhan energi serta tersedianya pasokan energi untuk masa mendatang,  merupakan elemen yang harus dipenuhi untuk dapat mencapai ketahanan energi. Permasalahan energi jangka panjang yang luput diantisipasi dari sekarang, akan membawa konsekuensi-konsekuensi yang lebih mahal dibandingkan apabila diprediksi dan diantisipasi sejak awal.

 

Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi (PTPSDE) BPPT, berdasarkan hasil studi, mencoba memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kebutuhan dan penyediaan sumber energi di Indonesia dengan meluncurkan Buku Energi Outlook 2010. Buku Energi Outlook 2010 merupakan prediksi energi hingga 2030, dalam kaitannya dengan penestrasi teknologi energi dan kebutuhan infrastruktur energi didalam mendukung diversifikasi sumberdaya energi yang berkelanjutan di masa mendatang.

 

Akan dibahas dalam Buku Energi Outlook 2010, beberapa prediksi situasi energi di Indonesia pasca 2030, seperti misalnya pada saat itu Indonesia diperkirakan sudah menjadi negara pengimpor energi (net energy importing country) dikarenakan produksi energi Indonesia yang sudah tidak mampu lagi memenuhi konsumsi dalam negeri.

 

Diperkirakan pada saat itu batubara akan menjadi sumber energi utama bagi Indonesia dengan tingkat produksi batubara mencapai 517 juta ton. Berdasarkan data atau perhitungan yang ada, rasio cadangan terhadap produksi batubara pada tahun 2030 adalah sebesar 20, yang artinya penyediaan batubara Indonesia masih mencukupi hingga 20 tahun mendatang atau sampai tahun 2050.

 

Dalam buku tersebut juga akan dibahas mengenai kondisi energi lainnya misalnya energi minyak bumi yang diperkirakan akan mengalami defisit mencapai 650 juta SBM (Setara Barel Minyak). Indonesia juga diprediksi akan mengimpor sebagian besar kebutuhan LPG hingga mencapai 70% dari kebutuhan yang mencapai 10 juta ton.

 

Tidak hanya itu, Buku Energi Outlook 2010 juga akan memaparkan secara detil mengenai permasalahan kelistrikan di Indonesia, mulai dari produksi listrik hingga pada infrastruktur pembangkit listrik. Diperkirakan Indonesia pada 2030 nanti, akan mampu menghasilkan listrik hingga mencapai 687 Twh, atau naik 7,3% dari produksi 2009 yang mencapai 157TWh. Batubara bahkan diprediksi menjadi bahan bakar utama yang dominan untuk pembangkit listrik dengan pangsa sekitar 45% sehingga keandalan pasokan batubara dalam menjamin kelangsungan penyediaan listrik menjadi penting.

 

PTPSDE pada tahun 2009 lalu juga telah meluncurkan Buku Energi Outlook 2009, yang berisikan gambaran tentang kondisi kebutuhan dan penyediaan energi hingga tahun 2025 dengan mempertimbangkan penerapan teknologi yang layak secara ekonomi, handal dan dapat diterima oleh masyarakat.

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed